Malamnya, ada api unggun dan tampilan yel-yel kelompok. Juga ada cerita dari salah satu guru, yang nggak kelihatan mukanya karena gelap. Kalo aku nanya, pasti aku dipanggilnya ‘mpok’. Setelah itu, kita tidur di tenda masing-masing. Kak Rizki ngatur jaga malamnya, dia sama Fatimah jaga pertama, abis itu aku sama Kak Pia, abis itu Widi sama Kak Meidy. Aku nggak punya sleeping bag, makanya aku tidurnya cuma pake sarung. Kita jaga setengah jam masing-masing. Kak Rizki sama Fatimah berisik banget ketawa-ketawa sama tenda sebelah yang jaga malam juga, main mejikuhibiniu. Widi cerewet, kita aja yang di tenda ngomong dikit udah diomelin, brisik, aku mau tidur nih! Apalagi yang lagi jaga malam, aku, Widi sama kak Pia teriak-teriak karena keberisikan. Kak mEIDY nggak, karena udah tidur duluan, hehehe. Nggak tau kapan kemudian, aku bangun. Sepi banget, aku kira ini udah subuh, sementara kita nggak ikut ekspedisi malam. Samar-samar aku denger, ada bunyi periwitan panjang-panjang. Maaf bikin penasaran, karena kita bersambung dulu.
Dini